get app
inews
Aa Text
Read Next : Wagub Jateng Taj Yasin Diadang Belasan Mahasiswa UNS, Reaksinya Mengejutkan

Momen Haru Gadis Hidrosefalus Mudik Gratis ke Sukoharjo, Deretan Kursi Panjang Dikosongkan

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:34 WIB
header img
Adelia Adinda Putri (25) gadis asal Sukoharjo pengidap hidrosefalus mengikuti mudik gratis dengan menaiki bus yang disediakan Pemprov Jateng. (foto: istimewa)

BANDUNG, iNewsSemarang.id Momen mengharukan terekam menjelang pelepasan program mudik gratis 2026 oleh Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.

Taj Yasin mendadak terhenti di lorong sempit sebuah bus yang terparkir di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung pada Senin (16/3/2026).

Ia berhenti lantaran melihat penumpang bus yang berbaring di deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan panitia. Dia adalah Adelia Adinda Putri (25). 

Gadis asal Sukoharjo pengidap hidrosefalus ini tak bisa duduk, apalagi berjalan. Seluruh perjalanan mudiknya kali ini harus ia lalui dengan merebah di atas deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu perlahan mendekat, memastikan warga istimewanya itu dalam kondisi nyaman. Baginya, Adelia bukan sekadar pemudik, melainkan tamu kehormatan. 

“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Gus Yasin.

Ia menegaskan layanan pemerintah tidak boleh berhenti di terminal dan akan memastikan Adelia diantar sampai ke rumahnya.

“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya. 

Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Perempuan yang sejak 1998 berjualan jamu tradisional di Bandung itu mengaku baru kali ini bisa ikut program mudik gratis dari Pemprov Jateng.

“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.

Kesempatan tahun ini datang setelah seorang pengurus paguyuban memberi tahu tentang program mudik gratis dari Pemprov Jateng. Awalnya, panitia bahkan menawarkan penjemputan ambulans hingga ke rumah.

“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.

Bagi Tutik, perjalanan pulang ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ia merasakan perhatian yang begitu besar dari panitia terhadap kondisi putrinya.

“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menyiapkan perjalanan bagi Adelia memang bukan perkara mudah bagi panitia. Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menyebut kehadiran Adelia adalah anugerah bagi rasa kemanusiaan timnya. 

Demi kenyamanan Adelia, panitia harus mencari ambulans untuk transit sementara hingga mengatur ulang tata letak kursi bus. 

“Ini anugerah luar biasa bagi kami bisa memfasilitasi disabel. Satu baris kursi belakang itu kami tata khusus untuk satu keluarga agar mereka nyaman,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut