get app
inews
Aa Text
Read Next : Daftar 9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro soal Kasus Ijazah Jokowi, Ada Eks Danjen Kopassus

Diminta JK Tunjukkan Ijazah Asli, Begini Respons Jokowi

Jum'at, 10 April 2026 | 16:58 WIB
header img
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Ary Wahyu).

SOLO, iNewsSemarang.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons permintaan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jokowi menolak menunjukkan ijazah aslinya dan hanya akan akan ditunjukkan di persidangan.

"Serahkan pada proses hukum yang ada, mestinya yang menuduh (ijazah palsu) itu yang membuktikan, bukan saya yang disuruh menunjukkan. Nanti semua orang bisa menuduh dan menyuruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu," tegasnya Jokowi di kediamannya, Kota Solo, Jumat (10/4/2026).

Disinggung mengenai JK yang melapor ke polisi karena namanya turut terseret terkait isu orang-orang yang diduga terlibat kasus tudingan ijazah palsu, Jokowi enggan berspekulasi dan menyerahkannya ke proses hukum.

Terkait langkah JK yang melaporkan Rismon Sianipar ke polisi, Jokowi menilai hal itu merupakan langkah yang bagus. Ditanya mengenai sosok 'orang besar' di balik kasus fitnah ijazah palsu yang pernah diungkapkannya apakah sama dengan nama-nama yang kini beredar, Jokowi kembali menegaskan dirinya enggan berspekulasi, sebab hal itu perlu bukti-bukti dan fakta hukum.

"Jadi ini sama, serahkan ke proses hukum," ujarnya. Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini berharap kasus fitnah ijazah palsu segera naik ke pengadilan. Kasus sudah berjalan hampir setahun dan diharapkan segera P21 (lengkap) guna dilimpahkan ke pengadilan.

Nantinya bisa ditunjukkan mana yang benar dan salah. Sementara Jokowi siap menunjukkan ijazah aslinya mulai SD hingga perguruan tinggi jika hakim memerintahkan. "Forumnya jelas, forum hukumnya ada di pengadilan," katanya.

Mengenai pernyataan JK yang menilai kasus ijazah ini telah memecah masyarakat, Jokowi membantahnya. Kasus ini hanya sekadar urusan pribadi dirinya yang merasa difitnah dan dicemarkan nama baik.


 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut