get app
inews
Aa Text
Read Next : Bitcoin Menguat ke 97.000 Dolar AS, Data Inflasi Amerika Serikat Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Perundingan AS dan Iran Gagal Sepakati Perdamaian, Ini Penyebabnya

Minggu, 12 April 2026 | 16:46 WIB
header img
Ilustrasi, perundingan damai AS dan Iran gagal mencapai kesepakanan. (Foto: Istimewa)

TEHERAN, iNewsSemarang.id – Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan damai di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). Hal itu karena kedua pihak tidak sepaham dalam dua isu. 

Padahal Iran dan AS telah sepakat pada berbagai isu lainnya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei mengungkapkan ada dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," ungkap Baghaei, seperti dikutip oleh kantor berita Mehr, Minggu (12/4/2026).

Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

Baghaei mengatakan, keberhasilan perundingan bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap maksimalisme, serta pengakuan terhadap hak-hak Iran.

Menurutnya perundingan AS-Iran digelar dalam suasana ketidakpercayaan. Dia menyebut, tidak ada satu pihak pun yang yakin kesepakatan tercapai dalam semalam. 

Perundingan AS-Iran berlangsung selama 21 jam. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran oleh ketua parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf. 

"Pembicaraan ini diadakan dalam suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan. Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan kesepakatan tercapai dalam semalam. Tidak ada yang punya harapan seperti itu," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut