get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jateng Bongkar Pengoplosan LPG di Semarang dan Karanganyar, Ini Respons Pertamina

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Begini Nasib 2 Kapal Pertamina

Senin, 20 April 2026 | 09:11 WIB
header img
Salah satu kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Pride dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab menyusul dinamika keamanan di Selat Hormuz. (Foto: Istimewa)

AKARTA, iNewsSemarang.id - Dua kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro hingga kini dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab menyusul dinamika keamanan di Selat Hormuz

Jalur strategis tersebut dikabarkan kembali ditutup usai sempat dibuka oleh Iran. Namun demikian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan, pemerintah terus bergerak cepat guna memastikan kelancaran dan keamanan aset negara serta kru kapal yang berada di wilayah tersebut. 

KBRI Teheran bersama PT Pertamina International Shipping juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa situasi di kawasan Teluk Arab sedang dalam pengawasan ketat pemerintah.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Teheran serta otoritas dan mitra terkait,” jelas Yvonne kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Dia mengatakan, upaya diplomasi dan koordinasi teknis terus dilakukan agar kedua kapal tersebut dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman.

“Kementerian Luar Negeri, melalui KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia,” jelasnya.

Meski komunikasi terus berjalan, Yvonne mengakui bahwa proses di lapangan tidaklah sederhana. Ada berbagai prosedur yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan melintas kembali, terutama di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.

“Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan,” katanya.

Dia menegaskan, fokus utama saat ini bukan sekadar kelancaran distribusi logistik, melainkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang bertugas di kapal tersebut.

“Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas Pemerintah Indonesia saat ini,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut