Simulasi Unit Negosiator di Kantor Gubernur Jateng, Kesiapan Fisik dan Taktis Mulai Diuji
Dalam peragaan tersebut, setiap pergerakan personel untuk mengurai dan menertibkan massa dilakukan secara taktis, presisi, dan sesuai prosedur tetap (Protap). Penggunaan kekuatan dilakukan sebagai langkah terakhir yang terukur demi memulihkan ketertiban umum di objek vital pemerintahan.
Usai latihan, Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda memberikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan komunikasi yang ditunjukkan oleh Kompi Polwan Negosiator.
“Saya mengapresiasi komunikasi humanis yang dilakukan negosiator saat menghadapi tekanan massa. Di sisi lain, setiap tahapan tindakan mulai dari Dalmas Awal Polrestabes, Dalmas Lanjut Ditsamapta, hingga PHH Brimob berjalan sangat taktis dan professional,” tegas Basya.

“Latihan berkala seperti ini akan terus kami gelar untuk menjaga kemampuan personel dalam menghadapi situasi kontijensi di wilayah Jawa Tengah,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan untuk memberikan pelayanan dan memastikan keamanan bagi semua pihak.
“Melalui rangkaian latihan yang terintegrasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap personel mengedepankan negosiasi sebagai langkah awal. Keterlibatan berbagai unsur, termasuk tim Trauma Healing dan unit PPA merupakan wujud komitmen kami dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Harapannya, setiap potensi gangguan kamtibmas dapat dikelola secara profesional, cepat, tepat, dan humanis,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni