Hari Tari Sedunia, 1.700 Penari Kipas di Solo Ciptakan Rekor Kolosal dengan Peserta Terbanyak
“Dengan menari kipas mengajak generasi muda peduli budaya seni dan juga ekonomi kreatif. Karena kipas ini dibuat secara khusus dengan cara yang unik, bambu atau kain,” kata Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka.
“Uri-uri budaya ini harus kita dukung. Kegiatan ini menyatukan berbagai unsur kehidupan SARA. Intinya bahwa budaya itu menyatukan bangsa,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan even budaya sebagai upaya merawat ekosistem seni tari di Kota Solo.
"Solo Menari bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan ruang kolaborasi antar pelaku seni. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penari. Jumlah peserta yang masif ini menunjukkan bahwa seni tari masih sangat hidup dan dicintai," ungkap Astrid.
Editor : Ahmad Antoni