10 Fakta Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Nomor 4 Keji dan Tak Manusiawi
JAKARTA, iNewsSemarang.id – Kasus dugaan kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, mengundang keprihatinan masyarakat.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi melakukan pengerebekan pada Jumat 24 April 2026. Penggerebekan dilakukan usai adanya laporan dugaan tindak kekerasan anak di daycare tersebut. Berikut fakta-faktanya:
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta terungkap setelah adanya laporan dari mantan karyawan. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari karyawan yang merasa tidak nyaman dengan pola pengasuhan yang dinilai tidak layak.
“Awalnya dari karyawannya yang melihat perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititipkan itu tidak manusiawi. Ia merasa hal tersebut tidak sesuai dengan hati nurani, sehingga memilih mengundurkan diri dan melapor,” ujar Pandia.
Sejumlah orangtua korban dalam kasus dugaan kekerasan di daycare di Yogyakarta mendatangi Mapolresta Yogyakarta untuk mencari kejelasan dan keadilan. Salah satu orang tua, Norman Widarto, mengaku terpukul setelah mengetahui dugaan perlakuan yang dialami anaknya. Ia menyebut telah menitipkan anaknya sejak 2022, saat masih berusia tiga bulan.
Norman mengungkapkan bahwa selama ini ia kerap menerima penjelasan dari pihak daycare terkait luka pada tubuh anaknya. Namun, setelah melihat rekaman yang beredar, ia mulai mempertanyakan penjelasan tersebut. “Selama ini kalau ada luka di punggung atau bibir, pihak daycare menyebut itu sudah dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya dan tidak ada luka. Setelah melihat video, saya sangat terkejut,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov DIY.
Editor : Ahmad Antoni