Deretan Fenomena Langit Mei 2026 yang Bisa Dilihat di Indonesia: Hujan Meteor hingga Blue Moon
3. Fenomena "Blue Moon" (31 Mei)
Mei 2026 menjadi bulan yang istimewa karena memiliki dua kali fase Bulan Purnama. Bulan Purnama pertama telah terjadi pada tanggal 1 Mei, dan Bulan Purnama kedua akan menyusul pada 31 Mei 2026.
Dalam istilah astronomi populer, purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama disebut sebagai "Blue Moon". Meski namanya "Blue Moon", Bulan tidak akan benar-benar berwarna biru; ia tetap akan tampak bersinar dengan warna perak keemasan seperti biasanya, namun kejadian ini cukup jarang terjadi (rata-rata setiap 2,5 tahun sekali).
4. Konjungsi Planet di Langit Subuh
Sebelum matahari terbit, planet Mars dan Saturnus akan menghiasi langit timur sepanjang bulan Mei. Pada pertengahan bulan, kedua planet ini akan tampak berdekatan dengan Bulan sabit, membentuk konfigurasi segitiga yang indah dan dapat diabadikan melalui lensa kamera.
Tips Pengamatan untuk Hasil Maksimal
Untuk menikmati fenomena ini dengan maksimal, para ahli menyarankan beberapa hal:
• Cari Lokasi Gelap: Hindari polusi cahaya perkotaan agar benda langit redup seperti meteor dapat terlihat jelas.
• Pantau Cuaca: Pastikan kondisi langit cerah melalui pantauan citra satelit BMKG.
• Adaptasi Mata: Biarkan mata Anda terbiasa dengan kegelapan selama minimal 20 menit sebelum memulai pengamatan serius.
Fenomena-fenomena langit ini tak hanya indah di mata, tetapi juga merupakan kesempatan edukasi yang baik untuk memahami mekanisme semesta secara lebih dekat. Jangan lewatikan fenomena-fenomena ini.
Editor : Ahmad Antoni