Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Ini Mahasiswa Semarang Kembali Demo, Sasar Kantor Pertamina RJBT dan DPRD Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Anjlok Dekati Rp18.000, Industri Terancam PHK dan Gulung Tikar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:22 WIB
  • author Rohman Wibowo
Rupiah Anjlok Dekati Rp18.000, Industri Terancam PHK dan Gulung Tikar
Industri manufaktur nasional semakin tertekan imbas merosotnya nilai tukar rupiah. (Foto: Istimewa)

“Kan industri manufaktur ini tidak bisa disamakan semuanya, ada yang masih bagus, ada yang sudah berdarah-darah. Jadi yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengantisipasi agar mereka tidak sampai bangkrut, kemudian melakukan PHK,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani, menekankan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS merupakan external shock (guncangan eksternal) yang semakin membebani struktur biaya produksi, arus kas korporasi, hingga berdampak pada keputusan ekspansi bisnis.

Menurut dia, anjloknya nilai tukar rupiah secara otomatis meningkatkan beban biaya impor, mengingat tulang punggung industri nasional masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri. 

Saat ini, sekitar 70 persen bahan baku sektor manufaktur masih didatangkan dari luar negeri, dengan kontribusi bahan baku mencapai sekitar 55 persen dalam struktur biaya produksi perusahaan.

“Dengan demikian, setiap depresiasi rupiah akan langsung tercermin dalam peningkatan biaya input dalam rupiah,” ujar Shinta dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Sektor usaha yang paling rentan terdampak tekanan ini adalah industri dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi, seperti petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, hingga sektor manufaktur berbasis energi.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut