get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.267 Mahasiswa KIP-K dan Afirmasi Unnes Ikuti Program Pengembangan Diri, Ini Tujuannya

Serunya Festival Dolanan Anak 2026 di Unnes, Ada Permainan Tradisional hingga Lomba Ketapel

Selasa, 19 Mei 2026 | 21:14 WIB
header img
Anak-anak SD mengikuti Festival Dolanan Anak 2026 di FBS Unnes, Selasa (19/5/2026). (Foto: iNewsSemarang.id).

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Seru dan mengasyikkan begitulah suasana yang terekam dalam kegiatan Festival Dolanan Anak 2026 di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (19/5/2026).

Festival ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni Lomba Ketapel dan Lomba Folklor. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat nilai-nilai seni budaya sejak dini.

Kepala Sub Direktorat Konservasi Unnes, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menjelaskan kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan seni budaya kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi.

“Festival ini menjadi upaya mengenalkan nilai seni budaya kepada anak-anak. Selain pengenalan, juga ada penguatan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi, terlebih saat ini anak-anak hidup di era digital,” jelas Prof Nana.

Menurutnya, melalui dolanan anak, peserta dapat belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri. Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk membangun kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama.

“Anak-anak tidak hanya hidup dengan dirinya sendiri. Melalui dolanan anak, mereka bisa belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Labschool, Anindhyta Putri Pradipta, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah dalam mendukung konservasi budaya.

“Ini bagian dari salah satu visi kami terhadap konservasi budaya. Anak-anak bisa mengenal permainan tradisional yang mengasyikkan dan menyenangkan untuk membangun karakter,” katanya.

Melalui Festival Dolanan Anak, Unnes berharap permainan tradisional dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital. 

Penggunaan Bahasa Jawa
Yang menarik dalam perhelatan Festival Dolanan Bocah 2026, para peserta dianjurkan menggunakan Bahasa Jawa. Hal itu sebagai bentuk pelestarian bahasa ibu, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Di sini juga ada penekanan penggunaan Bahasa Jawa. Karena ini di Kota Semarang, bahasa ibu perlu dikenalkan kembali kepada anak-anak. Tidak masalah menggunakan Bahasa Jawa ngoko, yang penting mereka mengenal dan terbiasa menggunakan bahasa daerah,” ujar Prof Nana.

Festival tahun ini menghadirkan konsep berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Jika tahun lalu lebih banyak berfokus pada olahraga tradisional, kali ini panitia memperluas tema ke aspek folklore dan seni budaya Nusantara.

“Kalau tahun kemarin lebih banyak olahraga tradisional dengan lima permainan, tahun ini kami mencoba variasi baru yang lebih menonjolkan budaya. Peserta bebas menampilkan dolanan anak, permainan tradisional, nembang, hingga berbagai bentuk budaya lainnya,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut