Dokter Spesialis Bedah Saraf Sebut Tidak Semua Tumor Otak Berakhir Buruk, Ini Penjelasannya
Dokter Spesialls Neurologi Subspesialls Neurorestorasi, dr Maria Belladonna Rahmawati Sugiarto MSi Med SpN (K) menyebutkan ada empat pilar utama dalam pencegahan gangguan saraf, yakni nutrisi, aktivitas fisik, tidur, dan pengelolaan pikiran atau manajemen stres.
"Dari sisi nutrisi, asupan makanan yang dianjurkan adalah yang kaya omega-3, antioksidan, dan vitamin B. Kandungan berperan dalam melindungi sel saraf serta menjaga fungsi otak tetap optimal,” kata dr Maria.
Selain itu, sebut dia, aktivitas fisik seperti olahraga aerobik selama 150 menit per minggu dapat meningkatkan aliran darah ke otak.

“Aktivitas tersebut juga bisa merangsang produksi BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor), yaitu hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan sel saraf,” ujarnya.
Kemudian, tidur berkualitas selama 7–9 jam per hari. Karena, tidur yang cukup membantu sistem limfatik otak bekerja membersihkan “sampah metabolik” serta mendukung pemulihan fungsi otak.
Selain itu, manajemen stres atau pengelolaan pikiran juga menjadi faktor penting. Stres yang tidak terkontrol dapat meningkatkan hormon kortisol yang berisiko menyebabkan penyusutan otak, sehingga perlu dikelola agar kesehatan saraf tetap terjaga.
“Penyakit saraf tidak hanya soal kondisi berat seperti tumor atau Parkinson, tetapi juga keluhan sehari-hari seperti sakit kepala, vertigo, hingga kesemutan yang sering dianggap sepele,” ungkap dr Maria.
“Gaya hidup tidak sehat, hipertensi, diabetes, obesitas, hingga kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko gangguan saraf,” ungkapnya.
Editor : Ahmad Antoni