get app
inews
Aa Text
Read Next : Reaksi Keras Korea Utara usai Amerika Serikat Serang Fasilitas Nuklir Iran

Nilai Ekspor Jateng Naik 19,53 Persen, Pasar Utamanya Amerika Serikat hingga Jepang

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:42 WIB
header img
epala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said, saat menyampaikan Arah Pergerakan Inflasi Jawa Tengah Terkini melalui kanal resmi BPS Jateng, Selasa (2/6/2026). (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat pada Januari-April 2026, nilai ekspor kumulatif Jateng naik 19,53 persen, dibanding periode sama sebelumnya. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat hingga Jepang.

"Secara nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah pada Januari-April 2026 total ekspor capai 4.567,32 dolar AS, atau meningkat 19,53 persen dibanding periode tahun sebelumnya," sebut Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said, saat menyampaikan Arah Pergerakan Inflasi Jawa Tengah Terkini melalui kanal resmi BPS Jateng, Selasa (2/6/2026).

Peningkatan nilai ekspor secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan, yang meningkat sebesar 16,39 persen. Negara tujuan utama secara kumulatif ekspor Jateng yaitu Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.

Ali juga menyebut, nilai ekspor provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi ini y-on-y pada April 2026 sebesar 1.375,70 juta dolar AS, atau naik 65,73 persen dibanding ekspor April 2025. Ekspor nonmigas April 2026 mencapai 1.273,79 juta dolar AS, naik 58,80 persen dibanding April 2025.

Sedangkan, Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi (m-to-m/bulan ke bulan) sebesar 0,23 persen. Atau lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang alami deflasi (m-to-m) sebesar -0,03 persen.

"Dengan inflasi (year-on-year/tahun ke tahun) sebesar 2,85 persen dan inflasi year-to-date/inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen," terang Ali.

Dia menerangkan, penyumbang utama inflasi Mei 2026 secara m-to-m adalah kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,07 persen. Terutama, akibat meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, yang dipengaruhi faktor cuaca.

Lima komoditas dengan andil inflasi terbesar di Jateng pada Mei 2026, yakni cabai merah 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai rawit 0,05 persen, telepon seluler 0,04 persen, dan minyak goreng 0,03 persen.

Selanjutnya, perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2026, tercatat sebesar 117,39 atau naik 2,16 persen, dibandingkan NTP April 2026 yang hanya 114,90.

Ali menjelaskan, kenaikan angka NTP Mei 2026 disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,58 persen atau 152,85, yang cepat dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,41 persen atau 130,21.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar pada naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani, yakni gabah, bawang merah, jagung, cabai rawit, dan sapi potong," jelasnya.

Komoditas yang memberikan andil terbesar pada Indeks Harga yang Dibayar Petani, yaitu bawang merah, bakalan sapi, cabai merah, sawi hijau, dan cabe rawit.

Menurut Ali, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa dengan kenaikan NTP, selain Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan DI Yogyakarta.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut