get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Melemah, Purbaya: Kalau Anda Pegang Dolar Sekarang Ya Jual Saja

Rupiah Melemah, Begini Upaya Pemprov Jaga Nadi UMKM di Jawa Tengah

Senin, 08 Juni 2026 | 13:52 WIB
header img
Ilustrasi pelatihan pelaku UMKM. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah terdampak melemahnya nilai tukar rupiah. Atas kondisi itu, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM. Sebab, UMKM menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Tengah sehingga perlu terus dibina agar lebih tahan menghadapi dinamika ekonomi. Apalagi, jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 4,2 juta. 

Bersarnya jumlah itu, lanjut dia, menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan, pengemasan produk, hingga pemasaran.

Selain modal, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan kualitas produk agar UMKM lebih kompetitif. Pendampingan tersebut mencakup pembenahan packaging (pengemasan), pemasaran, hingga peluang masuk ke rantai ekspor.

“UMKM merupakan backbone-nya (tulang punggung) ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina,” ujar Luthfi disela acara Rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang, Senin (8/6).

Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap bahan baku, Luthfi mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari 
sektor jasa keuangan, perbankan,  pelaku usaha, dan lainnya. 

“Kita harus gandeng BI, kemudian OJK, kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut