get app
inews
Aa Text
Read Next : Doa Akhir Tahun Hijriyah Sambut 1 Muharram 1447 H, Dibaca Setelah Ashar

Ini 7 Larangan di Bulan Muharram: Tak Boleh Berperang hingga Menzalimi Diri Sendiri

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:01 WIB
header img
Ilustrasi, Bulan Muhharam. (foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Berikut 7 larangan di Bulan Muhharam yang perlu diketahui umat Islam. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan suci yang dianggap sakral oleh umat Islam, dan menjadi bulan yang istimewa. 

Oleh karenanya, ada sejumlah larangan yang tidak boleh dilakukan oleh umat muslim di bulan tersebut. Lantas, apa saja larangan-larangannya? 

Sebagai awal bulan di tahun baru hijriyah, Muharram dianggap sebagai bulan yang penuh keberkahan karena di dalamnya terdapat hari Asyura pada tanggal 10 Muharam, yang dianggap memiliki keutamaan khusus. 

Untuk itu, pada bulan Muharam umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, ada juga sejumlah larangan di bulan Muharram yang penting diketahui umat Islam. Antara lain:

7 Larangan di Bulan Muharram

1. Larangan untuk Berperang 

Peperangan merupakan salah satu tindakan yang dilarang dalam bulan Muharram dan dilarang pula pada bulan suci kalender Islam, seperti Rajab, Zul-Qa’dah, dan Zulhijjah. 

Maka dari itu, hendaknya seorang muslim untuk menghindari perselisihan atau konflik yang merugikan orang lain, terlebih yang mengacu kepada tindakan peperangan. Baca juga: 7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran 

2. Larangan Melakukan Tindak Kekerasan

Memasuki bulan suci Muharram, seorang Muslim dilarang untuk melakukan tindak kekerasan, baik kepada sesama Muslim maupun kepada orang lain yang berbeda agama dan keyakinan.

Sebagai seorang Muslim kita harus meneladani akhlak Rasulullah SAW yang selalu bersikap lembut, sabar, dan adil kepada semua orang. 

3. Larangan untuk Hura-Hura

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan kesedihan bagi umat Islam karena adanya peristiwa Karbala yang menimpa. yang menimpa cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Husain bin Ali.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghormati dan mengenang peristiwa tersebut dengan tidak bersuka ria, hura-hura dan berpesta. 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut