Sosok Vozinha, Kiper Cape Verde yang Tampil Heroik hingga Bikin Spanyol Frustasi di Piala Dunia 2026
“Saya bermain sangat baik dengan kaki, sangat kompetitif, dan saya tidak suka kalah. Saat mereka memukul saya dan saya tidak bisa membalas, saya pulang dengan marah. Anak-anak lain mengejek saya dan bilang saya akan mengadu ke kakek-nenek,” ucapnya.
Ejekan masa kecil itu justru melekat dan berubah menjadi identitas yang terus dia bawa hingga tampil di Piala Dunia.
Awal Karier Profesional Vozinha
Pada awal karier profesional, dia sempat menggunakan nama aslinya, Josimar. Nama tersebut dipilih ayahnya sebagai penghormatan kepada bek kanan legendaris Brasil yang bersinar di Piala Dunia 1986.
Perubahan terjadi saat dia bermain di Angola dan berada dalam satu tim dengan kiper lain bernama Josimar. Untuk menghindari kebingungan, dia memutuskan menghidupkan kembali julukan masa kecilnya.
Sejak saat itu, Vozinha bukan sekadar cerita keluarga, melainkan identitas resmi di dunia sepak bola profesional.
Sebelum menjadi pahlawan Piala Dunia, dia membangun karier panjang di berbagai liga Eropa. Dia pernah membela Zimbru Chișinău di Moldova, AEL Limassol di Siprus, AS Trenčín di Slovakia, Gil Vicente di Portugal, hingga CD Chaves.
Pada 2024, dia bergabung dengan klub Portugal tersebut untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Hugo Souza. Usia tak menghentikan langkahnya, justru memperkaya pengalaman dan kepemimpinan di bawah mistar.
Kini, pada usia 40 tahun, Vozinha menorehkan salah satu bab paling bersejarah bagi sepak bola Cape Verde. Penampilannya melawan Spanyol memastikan satu poin pertama di Piala Dunia dan menempatkan namanya dalam catatan emas turnamen.
Editor : Ahmad Antoni