Potret Rumah Kuli Bangunan di Kudus, Dulu Langganan Banjir Kini Nyaman Berkat Rehab RTLH
"Senang sekali dapat bantuan dari Gubernur Ahmad Luthfi. Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup. Tertolong sekali dengan adanya bantuan dari Pak Luthfi ini," ungkap pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.
Dalam kesempatan itu, Hadi juga berkesempatan untuk berdialog dengan gubernur dan bupati. Di tengah dialog tersebut, Hadi sempat menceritakan kondisi rumahnya dulu sebelum dapat bantuan.
"Saya kerja kuli bangunan di proyek, gaji Rp100 ribu perhari. Kalau istri kerja di pabrik, anak pertama kerja di pabrik kertas," ujarnya.
Hadi menuturkan bahwa rumahnya dulu lebih rendah dari jalan sehingga saat hujan turun sering banjir dan airnya langsung masuk ke rumah. Kondisi dindingnya juga sudah rapuh karena dulu dibangun dengan pasir sungai, sehingga mudah jebol.

Hadi merupakan satu dari 254 warga di Kabupaten Kudus yang mendapatkan bantuan perbaikan RTLH dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2025.
Peresmian secara simbolis rumah hasil bantuan RTLH tersebut dilakukan bersama di Balai Desa Gondangmanis. Seluruh penerima bantuan hadir di lokasi tersebut. Pada tahun 2026 ini Pemprov Jateng kembali menggelontorkan bantuan RTLH di Kudus untuk 47 unit rumah.
Penerima manfaat lainnya, Suhadi, juga menyampaikan rasa terima kasih dan senangnya langsung kepada Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menyampaikan saat berdialog di Balai Desa Gondangmanis.
"Senang sekali dapat bantuan RTLH. Sehari-hari kerja di proyek, di rumah tinggal dengan istri dan anak kedua. Anak pertama sudah punya rumah sendiri," ujar Suhadi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pada tahun 2025 sebanyak 274.514 unit telah diperbaiki melalui berbagai skema pembiayaan, baik APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR perusahaan, maupun swadaya masyarakat.
Dari jumlah tersebut, penanganan untuk perbaikan RTLH yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebanyak 17.000 unit. Pada 2026 ini dilanjutkan kembali dengan target 5.000 unit.
Editor : Ahmad Antoni