Kejutan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Tersingkir via Drama Adu Penalti
MEXICO CITY, iNewsSemarang.id – Kejutan besar mewarnadi babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026). Dua raksasa Eropa, Jerman dan Belanda tersingkir melalui drama adu penalti.
Jerman kalah adu 3-4 dari Paraguay, sedangkan Belanda kalah 2-3 dari Maroko. Dengan demikian, Paraguay dan Maroko memastikan tiket ke babak 16 besar.
Duel Jerman vs Paraguay berlangsung sengit sejak waktu normal hingga extra time sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Petaka bagi Jerman dimulai pada eksekusi pertama. Kai Havertz gagal menjalankan tugas setelah tendangannya mampu diblok Orlando Gill.
Di kubu Paraguay, Mauricio sukses mencetak gol meski arah tembakannya sempat dibaca Manuel Neuer. Paraguay langsung memimpin 1-0.
Joshua Kimmich menjaga peluang Jerman pada tendangan kedua setelah berhasil mengecoh Gill. Namun Gustavo Gomez juga menjalankan tugasnya dengan sempurna sehingga Paraguay tetap unggul 2-1.
Jamal Musiala kemudian membawa Jerman terus menempel usai sukses menaklukkan Gill pada eksekusi ketiga. Matias Galarza membalas dengan penyelesaian tenang yang mengecoh Neuer. Paraguay mempertahankan keunggulan 3-2.
Momentum kembali berubah pada penalti keempat. Nick Woltemade gagal mencetak gol karena tendangannya kembali dihentikan Gill. Paraguay sebenarnya berpeluang memastikan kemenangan, tetapi Antonio Sanabria gagal memanfaatkannya setelah tendangannya melebar. Skor tetap 3-2 dan adu penalti berlanjut ke penendang kelima.
Nadiem Amiri menghidupkan harapan Jerman melalui eksekusi yang sukses. Di sisi lain, Fabian Balbuena juga gagal memanfaatkan kesempatan sehingga skor berubah menjadi 3-3 dan pemenang harus ditentukan lewat penalti tambahan.
Jonathan Tah maju sebagai penendang keenam Jerman. Namun tendangannya melambung di atas mistar gawang. Kesalahan itu dimanfaatkan Jose Canale yang mengeksekusi penalti dengan tenang untuk mengecoh Neuer sekaligus memastikan kemenangan Paraguay 4-3.
Sejak awal laga, Maroko tampil percaya diri menghadapi salah satu unggulan turnamen. Pasukan Walid Regragui bahkan mendominasi jalannya laga dengan mencatatkan 67 persen penguasaan bola, sementara Belanda hanya menguasai 33 persen.
Meski tampil dominan, Maroko justru tertinggal lebih dulu pada menit ke-72. Cody Gakpo memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan matang Crysencio Summerville untuk membawa Belanda unggul 1-0. Gol tersebut membuat Belanda berada di ambang kelolosan.
Namun, Atlas Lions tidak menyerah dan terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan. Perjuangan Maroko akhirnya membuahkan hasil. Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan yang gagal diantisipasi kiper Belanda, Bart Verbruggen, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Hasil imbang bertahan hingga waktu normal usai dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Selama 30 menit extra time, kedua tim saling menciptakan peluang, tetapi tak satu pun mampu mengubah kedudukan.
Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Dalam drama tos-tosan yang berlangsung menegangkan, para eksekutor Maroko tampil lebih tenang dan sukses mengamankan kemenangan 3-2 atas Belanda.
Editor : Ahmad Antoni