Jateng Siap Kembangkan Penggunaan BBM B50, Dimulai dari Alat-Alat Pertanian
KARAWANG, iNewsSemarang.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh terhadap implementasi mandatori penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis B50 (biodesel), yang resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (FAME/Fatty Acid Methyl Ester) dan 50 persen solar (diesel fosil). B50 merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel pemerintah yang sebelumnya telah menerapkan B20, B30, dan B40. Angka 50 menunjukkan persentase kandungan biodiesel dalam campuran tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, saat ini penggunaan BBM baru B50 di wilayahnya masih fokus di alat-alat pertanian. Kedepannya diharapkan ke alat-alat lain, termasuk transportasi darat maupun laut.
"Sekarang itu, PT Kubota di Kota Semarang sudah menggunakan alat-alat pertanian dengan B50. Nanti ke depannya lagi tidak hanya ke alat-alat pertanian tetapi bisa juga kapal atau kendaraan yang menggunakan biosolar," katanya.
Menurut dia, keberhasilan implementasi B50 di sektor transportasi, industri, maupun alat mesin pertanian, akan memperkuat daya saing daerah, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Bahkan, sangat mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Jawa Tengah, pengembangan bioenergi ini melengkapi berbagai program transisi energi yang sedang dijalankan, seperti pengembangan PLTS, pompa air tenaga surya, Desa Mandiri Energi, dan lainnya.
Editor : Ahmad Antoni