get app
inews
Aa Text
Read Next : Ngopi sambil Santap Nasi Lidah hingga Cumi Hitam di Kafe dalam Mal, Sensasinya Bikin Ketagihan

Kisah Sukses Uda Awal, Dulu Berjualan Keliling Kini Punya 4 Cabang RM Padang di Semarang

Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:07 WIB
header img
Uda Awal bersama istri, Bunda Indri. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.idKisah sukses Uda Awal dalam merintis usaha rumah makan (RM) Padang Chaniago di Kota Semarang, menarik diulas. Berawal dari berjualan keliling sate padang, kini sukses mengelola empat cabang RM Padang Chaniago di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Namun kesuksesan dalam merintis usaha rumah makan itu dilakoninya dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Jiwa pebisnis kuliner sudah terpatri sejak kecil saat dia rajin membantu sang ibu berjualan nasi padang di warung.

Sebelum merantau ke Semarang pada 2003, Uda Awal yang bernama asli Awal Rahmat ini sempat bekerja serabutan di toko pakaian di Jakarta.
"Ya bantu-bantu di toko itu. Ikut jualan pakaian, melayani pembeli," ungkapnya saat ditemui di RM Padang Chaniago, Jalan Untung Suropati Semarang, Kamis (9/7).

Dari ibu kota, Uda Awal kemudian merantau ke Bandung, Jawa Barat. Di Kota Kembang, ia mencoba peruntungan dengan berjualan sate Padang keliling. Ia menempati rumah kontrakan kecil di sebuah gang di wilayah Cimahi. 

Jodoh tak kemana-mana, Uda Awal bertemu Indriyani yang merupakan tetangga dekat kontrakannya. Keduanya pun menikah. Bunda Indri-panggilan akrab disapa Bunda Indri menemani Uda Awal berjualan keliling. 

Keduanya pun bertekad mengubah nasib di Kota Semarang. Mereka tinggal di sebuah kontrakan kecil kawasan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

"Saat itu kita hanya bawa baju yang kami punya. Tidur di kontrakan juga pakai tikar dan berbantal pakaian yang kita tumpuk," kenang Bunda Indri.

Perjalanan bisnis kuliner pun diawali dengan membuka usaha warung makan Padang kecil-kecilan. Diakuinya, masa-masa awal merintis terasa berat. 

"Saya masih ingat betul, omzet pertama itu sekitar Rp90.000 dalam sehari. Hari kedua dapat Rp100.000. Lalu naik turun, dan lama-lama mulai stabil dan berkembang," ungkapnya. 

Semula semua pekerjaan hanya dikerjakan berdua. Namun melihat usaha yang perlahan mulai terlihat prospeknya, mereka pun merekrut satu orang karyawan. "Pekerja pertama orang Purwodadi. Ia datang ke warung nyari kerja. Ya Alhamdulillah cocok," ucapnya.

Seiring roda ekonomi yang terus berputar, perjuangan dan kerja keras Uda Awal dan Bunda Indri pun membuahkan hasil.  Kini mereka memiliki empat cabang Rumah Makan Padang Chaniago di Kota Semarang.

Cabang pertama yang juga merupakan RM Padang pertama ada di Jalan Abdurrahman Saleh. Tiga cabang lain di Jalan Jati Raya Banyumanik, Tri Lomba Juang Mugas, dan Jalan Untung Suropati.

Awalnya Beromzet Rp90.000 Kini Rp30 Juta per Hari

Bunda Indri menyebut usaha RM Padang Chaniago kini bisa meraup omzet hingga Rp30 juta dalam sehari. Pihaknya mempekerjakan 50 karyawan di empat cabang. 

"Dari dulu pertama pernah mendapatkan omzet sekitar Rp90.000 sehari, sekarang Rp30 jutaan. Dari empat cabang rumah makan, kami mempekerjakan sekitar 50 karyawan," ungkapnya.

RM Padang Chaniago memiliki cita rasa khas karena keaslian resep turun-temurun keluarga yang telah melalui riset pribadi yang dilakukan Uda Awal bersama istrinya.

Bahkan, di cabang Tri Lomba Juang, terdapat 70 varian menu makanan yang disajikan untuk memanjakan lidah para pencinta kuliner Minang. 

Inovasi Makanan Rendang Siap Saji

Saat ini, mereka juga berinovasi dengan menjual makanan Rendang siap saji yang dibanderol Rp120.000/300gram yang berisi empat daging Rendang. "Tidak usah dipanasi, makanan Rendang siap saji ini bisa langsung dimakan dijadikan lauk," ujar Bunda Indri.

Selain itu, ada bumbu Rendang yang dijual seharga Rp50.000/ kilogramnya. Selain masyarakat lokal Semarang dan Indonesia, makanan Rendang siap saji juga dipasarkan ke berbagai negara, seperti Singapura, Hongkong, Thailand, hingga Amerika Serikat.

Strategi Pemasaran lewat Konten YouTube

Di tengah kesibukannya sebagai koki utama rumah makan Padang, Uda Awal juga menjalani aktivitasnya dengan menjadi konten kreator kuliner lewat kanal YouTube Uda Awal.

Konten YouTube ini menjadi salah satu strategi pemasaran digital dalam mengembangkan bisnis kulinernya. Dalam konten, dia berbagi resep menu makanan Padang yang dikelolanya. Harapannya, menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat yang menonton konten videonya.

"Kalau tidak berbagi ilmu, maka ilmu yang kami miliki tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak ada pahalanya juga. Kami juga ingin masyarakat yang menonton konten ini, akan tumbuh jiwa kewirausahaannya hingga kemudian mereka bisa membuka rumah makan nasi padang sendiri," ujarnya. 

Sejak bergabung dengan YouTube pada 8 Mei 2012, dia telah memiliki sebanyak 453 ribu subscribe. Total ada sebanyak 479 konten video kuliner yang dibagikan pada kanal YouTube miliknya, seperti di antaranya resep Rendang Hitam, Sambal Ijo, dan Ayam Hitam Galundi.

Ada juga resep Sambalado Hijau Terong, dan Ayam Goreng Balado Kantang, Gulai Ayam, Kembung Goreng Lengkuas, dan Udang Sambalado. Menurut Uda Awal, konten videonya ini ternyata mendapat sambutan yang positif bagi follower-nya.

"Di kanal YouTube Uda Awal ini kan ada nomor teleponnya, ternyata banyak yang tanya soal resep menu makanan Rumah Makan Padang. Banyak juga yang membuka rumah makan padang sendiri, terinspirasi dari konten video ini," sebutnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut