Event Lari di Jateng Kian Menjamur, Penanda Tumbuhnya Kesadaran Masyarakat Hidup Sehat
Selain menyehatkan masyarakat, kehadiran ribuan pelari ini secara otomatis menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Lari untuk sehat, yang kedua UMKM mikro di wilayah kita akan berkembang," ujar Ahmad Luthfi yang dalam acara tersebut didampingi Sekda Jateng, Sumarno, yang turun di kategori 10K.
Event Sukoharjo Spektakuler Run 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang sudah bergulir sejak 14 Juli lalu.
Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Dina Kharisma Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa antusiasme pencinta lari sangat luar biasa. Kuota 2.000 peserta langsung ludes terpenuhi, bahkan panitia terpaksa menolak banyak pendaftar demi menjaga kenyamanan race. Peserta yang datang pun meluas dari Solo, Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur.
"Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah target kami sudah terpenuhi. Kita banyak menolak peserta," katanya.
Dina juga membenarkan bahwa perputaran ekonomi dari event ini sangat terasa. Kehadiran peserta dari luar daerah sukses mendongkrak tingkat okupansi hotel di sekitar Solobaru serta memicu lonjakan omzet bagi para pelaku kuliner dan UMKM lokal selama akhir pekan.
"Banyak warga dari luar Sukoharjo, ada yang menginap di hotel-hotel sekitar venue dan ada juga kuliner-kuliner yang dalam 2 hari ini mengalami pelonjakkan ekonomi," ujarnya.
Maraknya penyelenggaraan event lari di berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas akhir pekan.
Di Jawa Tengah, lari mulai menjadi bagian dari budaya hidup sehat yang melibatkan semua kalangan, dari pelajar hingga orang tua, sekaligus menjadi penggerak sport tourism dan ekonomi daerah.
Editor : Ahmad Antoni