BMKG: Jateng Wilayah Terkering di Indonesia saat Musim Kemarau, 80 Hari Berturut Tanpa Hujan
JAKARTA, iNewsSemarang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga pertengahan Juli 2026, tercatat 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki kemarau.
“Hingga tengah Juli ini, sekitar 72,8 persen Zona Musim di Indonesia (509 ZOM) mengalami musim kemarau. Namun demikian, ada provinsi yang mengalami tidak hujan selama lebih dari 1 bulan,” tulis BMKG dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Adapun, kondisi ini memicu munculnya fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori Ekstrem Panjang atau lebih dari 60 hari di sejumlah titik, terutama di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Rekor tertinggi terpantau di Provinsi Jawa Tengah dengan durasi mencapai 80 hari berturut-turut tanpa hujan.
Meski sebagian besar wilayah mengalami kekeringan, BMKG mencatat beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, dan sebagian kecil Papua masih berpotensi mengalami hujan.
Namun, untuk wilayah yang sudah terdampak HTH Ekstrem, ancaman kekeringan pertanian hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini menjadi peringatan utama.
“Bagi wilayah kering, tetap hemat air. Untuk wilayah yang sering hujan, pastikan selokan bersih agar aliran air lancar,” kata BMKG.
Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, berikut daerah yang mengalami kekeringan ekstrem:
- Purworejo (Kaligesing): 80 hari
- Sragen (Masaran): 78 hari
- Wonogiri (Jatisrono, Selogiri, Baturetno, Karangtengah): 77 hari
- Klaten (Juwiring): 65 hari
Editor : Ahmad Antoni