Kisah Inspiratif Kombes Slamet Loesiono, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai lewat Proyek Perubahan
Dia menerangkan, perubahan mindset menjadi sasaran utama dari proyek perubahan tersebut. Menurutnya, pembentukan personel Polri masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan profesional di bidang kepolisian, tetapi juga harus dibekali kepemimpinan yang mampu merespons persoalan strategis, termasuk perubahan lingkungan dan ketahanan pangan.
“Target utamanya adalah mindset change. Saya ingin masyarakat memiliki cara pandang baru bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kepemimpinan. Dari sinilah green leadership harus dibangun sejak mereka berada di lembaga pendidikan,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, gagasan Ekspresi Hijau kemudian diimplementasikan melalui pilot project di tiga satuan pendidikan Polri, yakni Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Pusat Pendidikan Binmas (Pusdik Binmas) Banyubiru, dan Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.
Pemilihan ketiga satuan pendidikan tersebut memiliki makna strategis. Akpol merupakan lingkungan pendidikan pembentukan calon perwira Polri, Pusdik Binmas memiliki peran dalam pembentukan kompetensi fungsi pembinaan masyarakat, sedangkan SPN menjadi salah satu pusat pembentukan Bintara Polri.
Melalui proyek perubahan yang digagas Kombes Pol Slamet tersebut, limbah organik yang berasal dari dapur umum, ruang makan, dan kantin dimanfaatkan sebagai bahan baku Eco Enzyme melalui proses fermentasi menggunakan limbah organik, gula, dan air.
Produk yang dihasilkan selanjutnya diarahkan untuk dikembangkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Eco Enzyme dengan proses pengolahan yang memenuhi prinsip ilmiah serta ditargetkan memenuhi kriteria mutu sesuai Kepmentan Nomor 261 Tahun 2019.
Dalam ekosistem tersebut, Primkoppol (Primer Koperasi Kepolisian) diproyeksikan berperan sebagai off taker berbadan hukum yang mendukung proses pengemasan dan distribusi produk sehingga inovasi tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem ekonomi sirkular.
Editor: Ahmad Antoni