Heboh Kadet FK Unhan Mundur usai Diminta Lepas Hijab, Begini Klarifikasi Kemhan
Dalam kegiatan pendidikan dan latihan, pakaian kadet disesuaikan dengan jenis serta karakter kegiatan. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan keseragaman, disiplin, keamanan, dan keselamatan.
Rico mengatakan Menteri Pertahanan RI telah memberikan arahan agar ketentuan seragam kadet Unhan disesuaikan untuk mengakomodasi penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim.
"Penggunaannya akan diatur secara seragam dan proporsional, termasuk tata cara penggunaan hijab yang memperhatikan aspek kerapian, disiplin, keamanan, keselamatan, serta tidak mengganggu keleluasaan gerak dalam kegiatan pendidikan dan latihan," ujarnya.
Kemhan menilai disiplin dalam pendidikan tidak bertentangan dengan penghormatan terhadap pelaksanaan agama dan keyakinan. Penyesuaian aturan juga menjadi bagian dari upaya memperjelas ketentuan penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim.
Dengan penyesuaian tersebut, Kemhan berharap terdapat kesamaan pemahaman dan penerapan aturan dalam seluruh kegiatan pendidikan kadet Unhan.
Kementerian Pertahanan juga menyatakan akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan penyelenggaraan pendidikan di Unhan untuk membentuk sumber daya manusia pertahanan yang profesional, disiplin, berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta menjunjung nilai keagamaan dan kebhinekaan.
Sebelumnya, WA dalam unggahannya menyebut perempuan berhijab masih difasilitasi saat mengikuti tes. Namun, menurut pengakuannya, pilihan tersebut tidak diberikan setelah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa.
"Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang "cuma itu". Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka," tulis WA dalam unggahan Instagram-nya.
Editor : Ahmad Antoni