Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dieng Culture Festival 2026 Digelar 3 Hari 2 Malam, Catat Jadwal dan Rangkaian Acaranya
Advertisement . Scroll to see content

Potret Kemeriahan Dieng Culture Festival 2026, Ruwatan Cukur Rambut Gimbal hingga Jazz Atas Awan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:31 WIB
  • author Ahmad Antoni
Potret Kemeriahan Dieng Culture Festival 2026, Ruwatan Cukur Rambut Gimbal hingga Jazz Atas Awan
Prosesi ruwatan cukur rambut gimbal dalam kegiatan Dieng Culture Festival 2026. (Foto: Istimewa)

Di tengah arus modernisasi dan perkembangan pariwisata, ritual tersebut tetap dipertahankan. Setiap tahun, prosesi anak gimbal menjadi magnet yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Tradisi itu pula yang membuat DCF 2026 memiliki karakter berbeda. Festival yang tak hanya menawarkan pertunjukan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Dieng.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, DCF dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata yang tumbuh dari masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh, karena bertumbuh dari masyarakat. Berawal dari Pokdarwis Pandawa dan kemudian disengkuyung oleh masyarakat Dieng, sehingga menjadi festival yang luar biasa dan terus berkembang,” ujar Hanung. 

Diungkapkan, Pemprov Jawa Tengah telah berdiskusi dengan para pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan, untuk mengembangkan Dieng sebagai salah satu pusat pariwisata di Jawa Tengah.

“Sehingga destinasi wisata di sekitarnya juga bisa diekspos dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi wisata,” katanya.

Menurut Hanung, kekuatan DCF terletak pada perpaduan antara atraksi budaya, seni, dan tradisi masyarakat. Hal itu menjadi potensi besar untuk ditawarkan kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Ini penting dan menarik. Ada pertunjukan Jazz Atas Awan, ritual cukur rambut gimbal, kontes domba, kirab, dan berbagai kegiatan budaya lain. Ini bisa kita tawarkan kepada wisatawan mancanegara, sehingga mereka tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga bisa ikut serta dan terlibat langsung dalam ritual budaya tersebut,” ujarnya.

Dia menilai keterlibatan langsung wisatawan dalam pengalaman budaya menjadi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Dieng. Dengan demikian, wisata tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman yang memperkuat daya tarik budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut