Potret Kemeriahan Dieng Culture Festival 2026, Ruwatan Cukur Rambut Gimbal hingga Jazz Atas Awan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya mengatakan, ajang DCF 2026 sebagai festival budaya yang menjadi ikon Jateng, bahkan nasional.
"Festival ini sangat spesial, karena sudah menjadi destinasi nasional dan internasional. Pemprov Jateng sangat mendukung event ini dilaksanakan berkelanjutan," kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, festival budaya seperti DCF memiliki arti penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Jawa Tengah. Tradisi lokal tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Kekayaan budaya harus terus dirawat, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pelestarian tradisi perlu dilakukan dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai pemilik kebudayaan,” ungkap Ahmad Luthfi.

Selain prosesi anak gimbal, DCF 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan budaya dan hiburan. Rangkaian acara tersebut meliputi Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, pertunjukan seni tradisi, festival kopi, hingga panggung hiburan.
Atmosfer khas Dieng juga semakin terasa melalui “Jazz Atas Awan”. Sejumlah penyanyi tampil menghibur penonton, di antaranya Yura Yunita, Kunto Aji, Barasuara, Raim Laode, Pusakata.
Para pelaku UMKM lokal pun diberi ruang besar. Mereka dilibatkan untuk memasarkan produknya. Hampir semua penginapan di Dieng penuh. Perputaran ekonomi masyarakat pun terjadi.
DCF tidak hanya berbicara tentang panggung pertunjukan dan keramaian wisatawan. Di baliknya terdapat upaya untuk menjaga kesinambungan antara kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat.
Dieng Culture Festival 2026 pada akhirnya menjadi gambaran tentang bagaimana tradisi dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. Candi-candi menjadi saksi, pegunungan menjadi panggung, sementara masyarakat menjadi penjaga utama kebudayaan. Spirit of Harmony pun tercipta di daerah yang dijuluki “Negeri Atas Awan”.
Editor: Ahmad Antoni