Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tasyakuran MTQ Nasional 2026, Lautan Manusia Padati Acara Jateng Berselawat di Simpang Lima
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Kafilah Jateng, Digembleng Pagi sampai Malam Selama 5 Bulan Persiapan MTQ Nasional 2026

Kamis, 03 September 2026 | 05:52 WIB
  • author Ahmad Antoni
Cerita Kafilah Jateng, Digembleng Pagi sampai Malam Selama 5 Bulan Persiapan MTQ Nasional 2026
Para Kafilah Jateng menjalani karantina dan penggemblengan intensif sejak April 2026 sebelum pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026. (foto: istimewa)

Setelah menjalani rangkaian karantina di Jakarta, Ulum kini mengikuti training camp di Asrama Haji Manyaran selama sekitar satu bulan. Ia dan peserta lainnya akan tetap menjalani pembinaan hingga tiba waktunya berangkat ke arena MTQ Nasional.

Menurut Ulum, pembinaan kali ini juga terasa berbeda dibandingkan persiapan pada tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina yang memiliki pengalaman di tingkat nasional hingga internasional.

Ia mengatakan, para pembina memberikan materi secara detail, termasuk berbagai teknik dan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas karya saat perlombaan.

Sebelumnya, ia mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah dan berhasil meraih juara II. Tahun ini, untuk pertama kalinya, ia dipercaya menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah di tingkat nasional.

Kehadiran Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen di tengah training camp turut menambah motivasi peserta.

“Kebetulan Pak Wagub, Pak Gub datang ke sini, alhamdulillah jadi motivasi bagi kami untuk terus semangat. Semoga nanti Jawa Tengah bisa juara umum,” katanya.

Peserta lainnya, Arifa Dini Islamiaty asal Pemalang, juga merasakan intensifnya pembinaan tahun ini. Peserta cabang tilawah golongan dewasa putri tersebut mengatakan setiap kekurangan peserta dievaluasi dan diperbaiki selama menjalani karantina.

“Selama karantina ini kita betul-betul dibimbing. Kekurangan-kekurangan kita diperbaiki dan dinilai oleh pembina,” kata Arifa.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut