Lebih 2 Dekade Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Akses 2 Desa di Kudus
Pangdam juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi, tetapi berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. “Jembatan yang menghubungkan wilayah yang belum memiliki akses memadai serta memiliki penerima manfaat yang besar menjadi salah satu prioritas pembangunan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mengajak masyarakat Desa Tanjungrejo untuk ikut memiliki, menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Perawatan secara bersama dinilai penting agar infrastruktur tersebut dapat bertahan lama dan manfaatnya tetap dirasakan hingga generasi berikutnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan TNI dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Kudus. Keberadaan jembatan tersebut dinilai memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menopang mobilitas harian, akses pendidikan dan aktivitas perekonomian warga.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Masyarakat Desa Tanjungrejo pun diharapkan turut menjaga serta memanfaatkan jembatan tersebut untuk kepentingan bersama.
Usai prosesi peresmian, Pangdam bersama rombongan meninjau langsung konstruksi Jembatan Garuda Merah Putih. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jembatan sekaligus memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Kehadiran Pangdam di lokasi mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejumlah pelajar dan warga turut hadir menyaksikan peresmian jembatan yang selama ini dinantikan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga menyerahkan bingkisan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung di tingkat desa.
Editor : Ahmad Antoni