Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng, Total Transaksi 150 Tenant UMKM Capai Rp2,4 Miliar
Selama delapan hari, pameran dikunjungi sekitar 80.000 orang. Antusiasme pengunjung bahkan masih terlihat hingga malam terakhir pelaksanaan.
Sebanyak 150 stan yang terlibat terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, capaian transaksi dan kerja sama tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar,” katanya saat mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen
Menurut Sumarno, pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar terus berkembang. Salah satu tantangan terbesar yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperluas pemasaran.
“Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya,” katanya.
Ia berharap, transaksi dan kerja sama yang terbentuk selama pameran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Jejaring yang telah terbangun diharapkan terus berkembang menjadi hubungan bisnis yang lebih luas.
Namun, Sumarno mengingatkan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional. Di balik geliat ekonomi yang muncul, ia berharap penyelenggaraan MTQ juga membawa masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan MTQ Nasional bukan hanya sebagai momentum besar yang menghadirkan berbagai kegiatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur'an.
Editor: Ahmad Antoni