Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Dunia Sebut 64,2 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ini Kata BPS
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Kamis, 24 September 2026 | 13:54 WIB
  • author Anggie Ariesta
Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (foto: Dok MPI)

Merespons tekanan tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga di pasar guna mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap mencerminkan kondisi fundamentalnya.

"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik. Penguatan strategi operasi moneter pro-market juga dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga pasar uang," kata Erwin.

BI memperkuat langkah stabilisasi dan pemenuhan kecukupan likuiditas melalui peningkatan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai (hedging) untuk pendanaan luar negeri, yang mencakup transaksi modal portofolio, pinjaman luar negeri perbankan, hingga penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI).

Langkah intervensi dijalankan secara berkesinambungan melalui berbagai saluran instrumen pasar uang.

"Intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat," jelas Erwin.

Meski mengalami volatilitas harian, BI menilai pergerakan Rupiah secara umum masih relatif terjaga dan bergerak seirama dengan mata uang di kawasan regional.

"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46%. Cadangan devisa meningkat menjadi USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut