500 Pelanggan Google Cloud Proses Lebih dari 1 Triliun Token, 80 Persen Gunakan AI
Google Cloud turut memperluas kemampuan Gemini untuk mendukung pekerjaan di bidang data, mulai dari rekayasa data dan machine learning hingga analisis operasional untuk kebutuhan bisnis.
Kemampuan baru ini dirancang untuk membantu tim teknis dan pengguna bisnis mendapatkan hasil yang dibutuhkan dengan lebih efisien.
Seiring meningkatnya penggunaan agen AI di berbagai bagian organisasi, keamanan dan tata kelola menjadi aspek penting untuk memastikan setiap agen bekerja sesuai kewenangan dan kebijakan perusahaan.
Seluruh inovasi ini, mulai dari agen hingga pengelolaan data dan identitas, berjalan di atas infrastruktur AI dan model Google Cloud. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung penggunaan AI dalam skala besar dengan biaya yang lebih efisien.
Infrastruktur AI Google Cloud menggabungkan chip yang dirancang bersama, jaringan, pusat data, dan perangkat lunak dalam satu sistem terintegrasi yang sangat teroptimasi, yaitu AI Hypercomputer. Integrasi ini menghasilkan rasio harga terhadap performa (price-performance) yang lebih baik dibandingkan konfigurasi infrastruktur generik. Google Cloud terus mengembangkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi komputasi AI.
Sebagai contoh, sistem TPU 8i terbaru Google menawarkan price-performance 80% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan tugas agen yang kompleks dan bernilai tinggi dijalankan dengan lebih cepat dan biaya yang lebih efisien.
Di atas infrastruktur tersebut, Google menghadirkan berbagai model dengan fungsi berbeda: Argon untuk penalaran tingkat lanjut, Flash untuk kecepatan dan pemrosesan dalam volume besar, Omni untuk pembuatan media generatif, serta Gemma untuk kebutuhan komputasi edge yang ringan dengan model berbobot terbuka (open weights).
Editor: Ahmad Antoni