Jateng Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional
Angka tersebut merupakan skor tertinggi yang pernah diraih Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam indeks tersebut. “Pencapaian ini semakin menegaskan kesiapan dan daya saing Indonesia,” ujarnya.
Widiyanti mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim karena kebutuhan wisatawan terhadap kuliner halal, fasilitas ibadah, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan muslim telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses informasi agar wisatawan muslim dunia memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan mereka.
“Wisata muslim bukanlah sebuah niche market. Ini adalah salah satu pasar pariwisata global yang sangat menjanjikan,” katanya.
Ia memproyeksikan, kunjungan internasional wisatawan muslim dunia pada 2030 mencapai 262 juta kunjungan, dengan estimasi pengeluaran tahunan sekitar 310 miliar dolar AS. Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan kunjungan sekaligus pengeluaran wisatawan.
Salah satu instrumen yang digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas destinasi di tingkat daerah adalah IMTI. Menurut Widiyanti, indeks tersebut mengukur kesiapan provinsi dalam menyediakan layanan dan pengalaman wisata ramah muslim, dengan mengadaptasi kerangka penilaian Global Muslim Travel Index yang mencakup akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.
“IMTI 2026 diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata ramah muslim,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni