Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Prediksi 26 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia Lawan Yordania dan Kuwait di FIFA Matchday 2026
Advertisement . Scroll to see content

Malaysia Masih Protes Kontroversi Tambahan Waktu, Siap Laporkan Timnas Indonesia Lagi

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB
  • author Rivan Nasri Rachman
Malaysia Masih Protes Kontroversi Tambahan Waktu, Siap Laporkan Timnas Indonesia Lagi
Euforia pemain Timnas Indonesia saat memastikan lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh dengan skor 9-2. (foto: dok MPI)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Malaysia belum move on atas kontroversi tambahan waktu pada laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menegaskan terus melayangkan desakan kepada FIFA demi menuntut penjelasan resmi atas insiden yang dinilai janggal tersebut.

Langkah ini tetap diambil Malaysia meski turnamen telah usai hampir sebulan yang lalu. FAM menganggap kejelasan mengenai proses pengawasan laga sangat penting demi menjaga integritas serta transparansi kompetisi sepak bola di kawasan regional.

Kronologi Drama Tambahan Waktu

Awal mula polemik ini berakar dari persaingan sengit antara Malaysia dan Timnas Indonesia dalam memperebutkan satu tiket menuju partai puncak. Pada laga pamungkas grup, Malaysia berhasil menuntaskan tugasnya lewat kemenangan telak 6-0 atas Singapura.

Di tempat terpisah, Timnas Indonesia sempat memimpin dengan skor 7-2 atas Bangladesh hingga mendekati akhir laga. Jika skor tersebut bertahan, Malaysia berhak melenggang ke babak final unggul produktivitas, sementara Timnas Indonesia harus puas berlaga di perebutan tempat ketiga.

Namun, drama terjadi saat perangkat pertandingan yang semula mengumumkan tambahan waktu dua menit, mendadak menambahkannya menjadi tujuh menit. Timnas Indonesia memanfaatkan perpanjangan waktu tersebut dengan mencetak dua gol tambahan pada menit ke-90+6 dan 90+7 untuk mengunci kemenangan 9-2, yang langsung menggusur posisi Malaysia.

Keputusan perpanjangan waktu tersebut memicu kecurigaan besar dari FAM. Merasa ada yang tidak wajar, federasi sepak bola Negeri Jiran langsung mengajukan protes resmi kepada badan pengawas sepak bola dunia.

"FAM mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk meminta penjelasan mengenai dasar, prosedur, dan situasi yang melatarbelakangi perubahan waktu tambahan tersebut. FAM ingin menegaskan bahwa pengelolaan waktu pertandingan merupakan aspek krusial demi memastikan setiap laga berjalan adil, transparan, dan sesuai regulasi," tegas FAM dalam surat resminya, dikutip dari The Thao 247, Jumat (30/10/2026).

Kecurigaan ini kian menguat setelah pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, turut menyuarakan keheranannya atas perubahan mendadak waktu tambahan dari dua menjadi tujuh menit tersebut.

FAM Mengejar Jawaban dari FIFA

Memasuki akhir Oktober, perkembangan kasus ini masih stagnan lantaran belum ada respons balasan dari otoritas tertinggi sepak bola dunia. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Hj Rahman.

"Kami telah mengirimkan surat keberatan resmi, namun hingga saat ini belum menerima respons apa pun dari FIFA. FAM akan terus berkomunikasi dan mengejar jawaban dari FIFA," ujar Datuk Noor Azman Hj Rahman, dikutip dari The Thao 247.

Sikap gigih FAM ini sejalan dengan rekam jejak mereka yang kerap membawa sengketa hingga ke tingkat banding internasional, seperti halnya kasus pelanggaran aturan tujuh pemain naturalisasi yang dibawa ke CAS hingga memakan waktu setengah tahun.

Di sisi lain, Timnas Indonesia berhasil memaksimalkan momentum dari laga tersebut hingga akhirnya keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai membekuk Thailand lewat adu penalti di partai final. Meski trofi sudah diangkat, FAM berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan penjelasan yang transparan dari FIFA.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut