Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng Kedepankan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Advertisement . Scroll to see content

Atlet Silat Porprov Meninggal usai Operasi Jari, Polisi Dalami Dugaan Komplikasi Pembekuan Darah

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB
  • author Ahmad Antoni
Atlet Silat Porprov Meninggal usai Operasi Jari, Polisi Dalami Dugaan Komplikasi Pembekuan Darah
Atlet pencak silat Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (kiri) saat berlaga di Porprov Jateng. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Atlet pencak silat Porprov Jawa Tengah XVII 2026, Ayudiah Rivana Tridiandinita, meninggal dunia setelah menjalani operasi di rumah sakit swasta Semarang pada Rabu (28/10/2026). 

Satreskrim Polrestabes Semarang telah melakukan penyelidikan guna mendalami penyebab kematian atlet berusia 19 tahun tersebut, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan maupun kelalaian.

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ayudiah yang dikenal sebagai atlet berprestasi. Ia menegaskan bahwa kepolisian menangani peristiwa ini secara objektif dan profesional agar penyebab kematian dapat diketahui berdasarkan fakta dan hasil pendalaman.

“Pertama, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah. Beliau merupakan atlet berprestasi yang mewakili Kota Semarang. Terkait kejadian ini, kami dari Satreskrim Polrestabes Semarang telah melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mendalami penyebab meninggalnya korban setelah menjalani tindakan medis di rumah sakit ,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal, korban masuk ke rumah pada Senin (26/10) sore setelah mengalami cedera pada jari tengah tangan kiri ketika bertanding pencak silat. Setelah menjalani pemeriksaan medis, korban menjalani operasi pada Selasa (27/19) sekitar pukul 18.00 WIB dan selesai sekitar pukul 19.40 WIB. Seusai tindakan tersebut, korban dipindahkan ke ruang perawatan.

Menurut keterangan awal yang dihimpun penyidik dari pihak rumah sakit, korban masih dalam keadaan sadar dan berkomunikasi setelah operasi. Korban juga dilaporkan masih terlihat menggunakan telepon genggam pada malam hari. Pada Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB, petugas perawat mendapati korban tidak merespons, kemudian korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 05.50 WIB.

AKP Jumani mengatakan, penyidik telah melakukan klarifikasi kepada direktur rumah sakit tersebut, serta tenaga medis dan perawat yang bertugas saat kejadian. Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi untuk menyusun kronologi secara utuh dan menelusuri kemungkinan penyebab kematian.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut