Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM. Sementara untuk masyarakat secara door to door (DTD) serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan.
"Hari ini Binda Jateng juga menggelar vaksinasi Booster di Magelang dengan target 480 orang," ungkapnya.
Dijelaskan Sondi, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari pemberian vaksinasi covid-19 pada anak usia 6-11 cenderung lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini membuktikan bahwa pemberian vaksinasi tersebut aman dan sifatnya cenderung ringan serta mudah diatasi.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Weleri, Wiharto mengaku bersyukur atas digelarnya vaksinasi tahap dua dari Binda Jateng. Ia menyampaikan, dari total 468 anak didiknya, sebanyak 400 siswa-siswi mengikuti vaksinasi tahap dua ini. Dan yang 60 siswa mengikuti vaksinasi susulan.
"Sisanya ada yang keberatan tidak mengikuti. Mereka dengan pernyataan wali murid sudah membuat pernyataan tertulis dan kita tidak bisa memaksa," katanya.
Dia berharap dengan selesainya tahap vaksinasi bagi anak-anak menjadikan anak didiknya kebal terhadap virus corona dan bisa sekolah tatap muka.
Editor : Agus Riyadi
Artikel Terkait