Sementara itu, pengamanan juga dilakukan di kawasan wisata pegunungan yang menjadi favorit masyarakat, seperti Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar dan kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal.
Petugas memberikan edukasi kepada pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi longsor, maupun risiko lain yang dapat membahayakan keselamatan wisatawan.
Selain wisata alam, Polda Jateng juga meningkatkan pelayanan di sejumlah objek wisata budaya yang menjadi magnet wisatawan, seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
Personel kepolisian melaksanakan pengamanan terbuka, pengaturan arus pengunjung, serta membantu kelancaran aktivitas wisata agar tetap tertib dan nyaman.
Selain itu, pusat-pusat keramaian masyarakat seperti mal, pusat perbelanjaan, dan sentra oleh-oleh juga menjadi fokus pelayanan. Kehadiran petugas di lokasi tersebut bertujuan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.
Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh kegiatan pelayanan dan pengamanan tersebut tetap dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan hospitality dan safety, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman hingga benar-benar mengakhiri masa libur Nataru dan kembali ke aktivitas normal. Pendekatan humanis dan pelayanan yang responsif terus kami kedepankan,” tegasnya.
Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
“Dengan sinergi dan kesadaran bersama, kami berharap rangkaian libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah dapat berakhir dengan aman, tertib, dan penuh kenyamanan,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
