“Lonjakan konsumsi hingga kembali terjadi pada 30 Desember 2025 dengan kenaikan mencapai 28,5% untuk Pertamax Series dan 8,7% untuk Dex Series. Selain itu, puncak arus balik tercatat pada 3 Januari 2026 dengan kenaikan konsumsi mencapai 28% untuk Pertamax Series dan 62,6% untuk Dex Series,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa meskipun di sejumlah wilayah lain rest area mengalami kepadatan bahkan penutupan sementara, kondisi SPBU di Jawa Bagian Tengah relatif terkendali.
“Kami menyiagakan 18 unit Modular Kiosk atau dispenser portable yang ditempatkan baik di SPBU maupun rest area yang belum memiliki SPBU. Upaya ini efektif dalam memecah antrean, ditambah dengan optimalisasi transaksi non-tunai yang turut memperlancar pelayanan,” jelasnya.
Memasuki periode arus balik, Pertamina Patra Niaga tetap meningkatkan kewaspadaan. “Berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas di masing-masing Polda, sejumlah titik rawan telah kami petakan dan antisipasi. Untuk menjamin kelancaran pasokan, stok BBM dan LPG juga telah kami tingkatkan,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan pengisian BBM hingga penuh sejak titik awal perjalanan serta memanfaatkan metode pembayaran cashless guna mempercepat layanan.
“Dengan saling tertib dan bekerja sama, diharapkan seluruh pemudik dapat tiba di tujuan dengan aman dan tepat waktu,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
