Selain penambahan armada, lanjut dia, masukan juga datang dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan dapat didekatkan dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.
Titik Pemberangkatan Mudik-Balik Rantau 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan, akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau 2026. "Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta balik rantau gratis," katanya.
Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara Terminal Tipe A Mangkang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.
Adapun Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sebagai informasi, rencana pelaksanaan mudik gratis akan dilakukan pada 16-17 Maret 2026, dimana titik lokasi pemberangkatannya berada di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT. Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Adapun, untuk rencana pelaksanaan balik rantau gratis akan dilakukan pada 27-28 Maret 2026. Pendaftaran peserta mudik Lebaran gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sementara untuk kereta api pada 11 Februari 2026.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
