PATI, iNewsSemarang.id - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, belum menetapkan status darurat bencana, meski hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati.
Menurut Luthfi, hingga saat ini penanganan di lapangan masih dapat dilakukan secara cepat dan terkendali.
“Belum ada penetapan darurat bencana. Tetapi kita tetap harus siap apabila terjadi perkembangan yang lebih berat,” kata Luthfi saat meninjau banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1).
Dalam kunjungan tersebut, Luthfi didampingi Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri.
Di Kabupaten Pati, data penanganan mencatat banjir melanda 59 desa di 15 kecamatan, hal itu berdampak pada 1 rumah rusak berat, dan 5 rumah rusak sedang.
Selain itu, 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan, serta 1 fasilitas umum berupa musala terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.
Sementara itu, bencana longsor terjadi di 10 desa pada 3 kecamatan dengan total sekitar 121 titik longsor. Dampaknya, 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak langsung, dan 1 orang meninggal dunia.
Dalam peninjauan tersebut, Luthfi memastikan distribusi bantuan dan penanganan di Pati berjalan tanpa hambatan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
