Banjir Rendam 8 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Mengungsi

Binti Mufarida
Polisi mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Pekalongan. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Banjir  merendam delapan kabupaten di Jawa Tengah (Jateng), imbas hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang terendam banjir meliputi Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus. Selain itu, Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas.

Banjir Batang
Di Kabupaten Batang, banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat (16/1/2026). Banjir dengan ketinggian air antara 30–120 cm tersebut berdampak pada 15.184 jiwa. 

"Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).

BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu (17/1), banjir dilaporkan belum surut.

Banjir Pemalang
Selanjutnya, dari Kabupaten Pemalang dilaporkan kejadian banjir sejak Jumat (16/1). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.

"Tinggi muka air tercatat antara 40–150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," ujar Aam sapaan akrab Abdul Muhari.

Untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.

Pada Sabtu (17/1), banjir di Kecamatan Randudongkal terpantau telah surut. Sementara itu, genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.

Banjir Pekalongan
Bergeser ke Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu (17/1) dini hari serta limpasan air Sungai Bremi menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.

Aam mengatakan bahwa ketinggian genangan air terpantau antara 20–100 cm. Sebagai langkah respon cepat, BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. "Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian," katanya.

"Banjir di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi kereta api," ucap Aam.

Berdasarkan pantauan tim lapangan, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api. "Tercatat terdapat empat pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut," ujarnya.

Banjir Magelang
Beralih ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat (16/1).

"Akibat kejadian tersebut, sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Selain itu, tiga unit bangunan usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan," kata Aam.

BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada Sabtu (17/1), tim BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.

Banjir Banyumas
Pada waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (16/1).

Aam mengungkapkan peristiwa tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan.

"BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini," sebutnya.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network