Menanggapi video viral tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo, memberikan klarifikasi. Ia mengatakan, ruas jalan Bago–Mlale sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2025.
"Sebenarnya sudah direncanakan tahun lalu, namun rencana pembangunan permanen tersebut terpaksa dibatalkan karena adanya refocusing anggaran," ungkap Aribowo.
Untuk tahun anggaran 2026, karena keterbatasan dana pemeliharaan, DPU Sragen hanya bisa melakukan langkah darurat.
"Dalam waktu dekat kami akan menurunkan material urukan pasir batu (Sirdam) sebagai penanganan sementara agar jalan tidak terlalu licin. Untuk pembangunan permanen, akan kami usulkan kembali melalui APBD berikutnya atau Dana Alokasi Khusus (DAK)," jelasnya.
Hingga pembangunan permanen terealisasi, warga Kecamatan Jenar tampaknya masih harus bersabar dan ekstra waspada saat melintasi jalur "bubur lumpur" tersebut, terutama di tengah puncak musim penghujan saat ini.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
