Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, mengatakan, pada 2025 desanya menerima Bankeu Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk pengecoran jalan desa. “Sekarang jauh lebih aman dan nyaman bagi warga maupun pengunjung,” ujarnya.
Keberadaan objek wisata Sendang Kun Gerit semakin jadi primadona dan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) terus meningkat, ditopang oleh BUMDes dan geliat sektor wisata. Infrastruktur yang membaik juga berdampak langsung pada sektor pertanian.
“Dengan dukungan infrastruktur dan sumur-sumur dari dana desa, petani yang dulu hanya panen sekali setahun, sekarang bisa panen hingga tiga kali. Perekonomian warga naik. Desa kami jadi lebih dikenal,” kata Sutardi.
Ia menuturkan, Desa Jatibatur perlahan bangkit dari status desa tertinggal, naik menjadi desa maju, hingga kini menyandang predikat desa mandiri berkat dukungan berkelanjutan, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan, berdasarkan data Indeks Desa 2025, kondisi desa di Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan.
Jawa Tengah Punya 2.208 Desa Mandiri
Saat ini, Jawa Tengah memiliki 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan hanya tersisa 15 desa tertinggal. Adapun desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada lagi. Menurut Nadi, tinggi lonjakan status desa tersebut merupakan hasil pendekatan kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus didorong Gubernur Ahmad Luthfi.
“Membangun desa tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan bantuan keuangan desa menjadi faktor penting. Pada 2024, Bankeu desa dari Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp 1,6 triliun dan meningkat menjadi Rp 1,7 triliun pada 2025.
“Nilainya hampir setara dengan dana desa dari pemerintah pusat. Saat dana desa menurun, bantuan provinsi menjadi angin segar bagi desa,” kata Nadi. Menurutnya, peningkatan status desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Membangun Jawa Tengah itu dimulai dari desa. Ketika desa mandiri dan maju, ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
