"Meski jumlahnya mengalami peningkatan 22 persen dibanding periode masa yang sama pada masa operasi tahun lalu, kami bersyukur tingkat fatalitas, jumlah korban dan kerugian materiil akibat kecelakaan tahun ini dapat ditekan hingga 50 persen," tambahnya.
Sebagai komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan menekan fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas, Polda Jateng berkomitmen untuk terus menggencarkan kegiatan preemtif dan preventif hingga operasi berakhir pada 15 Februari mendatang..
"Berbagai Satgas Operasi secara serentak diterjunkan untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) ke berbagai sektor. Sesuai tema hari ini, personel kami juga bergerak ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren (Polisi Sahabat Santri) untuk menanamkan kesadaran sejak dini. Selain itu, kami juga menyasar komunitas otomotif, perusahaan otobus, hingga melakukan ramp check bersama stakeholder terkait," ujarnya.
Meski demikian, penindakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan humanis, terutama terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi mengakibatkan fatalitas kecelakaan, seperti penggunaan knalpot brong dan melawan arus.
"Harapan kami, masyarakat menjadikan kepatuhan berlalu lintas dan keselamatan berkendara sebagai kebiasaan hidup, bukan karena takut ditilang petugas. Mari kita bersama-sama menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang kondusif di Jawa Tengah," katanya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
