Menurutnya, perjalanan pasangan suami istri dalam mengikuti program bayi tabung tidaklah mudah. Banyak yang harus melalui proses panjang dan penuh perjuangan.
Dia mengatakan, pihak rumah sakit tidak hanya berfokus pada keberhasilan program bayi tabung, tetapi juga mengawal tumbuh kembang anak-anak yang lahir dari program tersebut agar dapat tumbuh sehat.
Selain itu, para orang tua diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada masyarakat luas. “Sejak 1991, sudah banyak anak yang lahir melalui program ini. Kami ingin berbagi kepada masyarakat bahwa tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri atau kota besar lain, di Semarang pun bisa,” ungkapnya.
Diketahui, kegiatan talk show yang digelar di SMC RS Telogorejo menjadi sarana edukasi bagi pasien dan masyarakat dan juga ajang reuni bagi pasangan yang telah berhasil mengikuti program bayi tabung.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai perjalanan program IVF, peran medis, dukungan emosional, hingga pesan-pesan harapan bagi pasangan yang masih berjuang memiliki keturunan.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi kepada pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan infertilitas," ujar dr Arie Sutanto.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
