SEMARANG, iNewsSemarang.id – Kisah sukses usaha kuliner datang dari Narista Hestarini, pelaku UMKM asal Semarang, Jawa Tengah. Dia berhasil tumbuh dari usaha rumahan hingga mampu mengembangkan bisnisnya melalui akses pembiayaan perbankan.
Perjalanan sukses kuliner yang dirintisnya tak lepas dari dampak positif program PT Jamkrindo yang komitmen dalam mendukung usaha mikro, kecil, kecil dan menengah serta koperasi (UMKM-K) naik kelas melalui penguatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan kapasitas pelaku UMKM-K agar semakin bankable.
Narista mengungkapkan, awal mula usahanya dirintis pada masa pandemi. Ketika berbagai sektor usaha terpuruk, ia dan keluarga mencoba mencari peluang usaha yang tetap bertahan, salah satunya melalui sektor kuliner.
Dari proses uji coba dan inovasi produk, Narista akhirnya mengembangkan usaha dessert, khususnya mille crepes yang diproduksi secara rumahan melalui GBOB Snack and Catering.
Namun, pada fase awal pengembangan, usaha tersebut masih menghadapi tantangan utama yang umum dialami UMKM-K, yakni keterbatasan permodalan dan belum memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan perbankan.
Modal Awal Rp20 Juta
“Melalui pendampingan Jamkrindo, saya memperoleh dukungan permodalan awal melalui Program Pinjaman Kemitraan Rp20 juta,” ungkap Narista saat ditemui, Rabu (11/2/2026)
“Modal tersebut saya manfaatkan untuk memperbaiki dapur produksi dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas usaha,” ungkapnya.
Seiring berkembangnya permintaan pasar, Jamkrindo juga memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan sarana usaha, termasuk fasilitas penunjang seperti tenda dan meja untuk berjualan, sehingga kegiatan usaha dapat berjalan lebih optimal.
Hasilnya, Narista menjadi pelopor mille crepes kaki lima dengan berjualan di kawasan Kuliner Aloon-Aloon Kauman Johar, Kota Semarang.
Tidak hanya dari sisi permodalan, pendampingan Jamkrindo juga diberikan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan UMKM-K.
“Pelatihan ini mencakup penguatan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga peningkatan kapasitas pemasaran digital dan konten media sosial,” sebut dia.
Pendampingan ini membantu pelaku UMKM-K memahami cara mengelola biaya, menghitung keuntungan, serta menyusun strategi agar usaha dapat tumbuh lebih sehat dan terarah.
Perjalanan usaha Narista juga menunjukkan bagaimana UMKM-K dapat berkembang melalui inovasi dan adaptasi. Produk yang awalnya berfokus pada mille crepes terus berkembang menjadi berbagai varian dessert dan produk yang mengikuti tren pasar, seperti cheesecake, mochi, kromboloni, hingga produk yang sedang viral.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
