Ia juga menegaskan pentingnya penerapan pedoman Gizi Seimbang dalam setiap pelaksanaan program. Pendekatan ini menggantikan paradigma lama dengan konsep yang lebih komprehensif, seperti konsumsi aneka ragam pangan sesuai proporsi “Isi Piringku”, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala.
“Melalui sinergi lintas sektor dengan mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal, penyusunan menu gizi seimbang sesuai standar kebutuhan gizi nasional dapat diterapkan, sekaligus memperkuat nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Sosialisasi ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Implementasi program dinilai sebagai manifestasi nyata kehadiran negara dalam menjamin hak warga atas pangan yang berkualitas.
“Diperlukan kolaborasi multi-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mengawal efektivitas program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara berkelanjutan,” tegas Muh Haris.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran strategis MBG sebagai program yang tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Program MBG pun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
