BGN Sebut Program MBG Jawab Tantangan Permasalahan Gizi dan Ketimpangan Akses Pangan Bergizi

Ahmad Antoni
Talkshow interaktif dalam kegiatan sosialisasi progtam MBG di Purwodadi Grobogan. (foto: istimewa)

GROBOGAN, iNewsSemarang.id – Program MBG bukan sekadar program bantuan pangan melainkan kebijakan pembangunan manusia jangka panjang yang berorientasi pada keadilan sosial pemerataan wilayah serta penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan. 

“Tidak hanya Indonesia, negara lain diluar juga menerapkan program sejenis dengan program MBG. Sosialisasi program MBG kembali berlanjut hari ini yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu,” kata Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan dalam keterangan, Selasa (3/2/2026).

“Kalau kita mundur lagi karena banyak protes dan lain-lain maka kita membiarkan bangsa kita sendiri menjadi kalah dari yang lain. MBG merupakan program jangka panjang dan harus kita mulai untuk anak cucu kita kedepan terutama menuju generasi berkualitas menuju Indonesia emas 2045,” tegasnya.

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan permasalahan gizi, ketimpangan akses pangan bergizi serta peningkatan kualitas generasi masa depan.

Program ini dilaksanakan melalui pendekatan hulu dan hilir yang mencakup penyediaan makan bergizi sesuai standar penguatan dapur MBG dan SPPG, kemudian edukasi gizi pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi lintas tingkat pemerintahan pada pelaksanaan tahun 2025. 

Lebih lanjut, Gunalan mengatakan terkait anggaran dan pengawasan komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan dan pengendalian di lapangan serta kedisiplinan para pelaksana dalam menjaga kualitas layanan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 

Program MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa peringkat transaksi dan bermanfaat tapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal pemberdayaan pelaku usaha pangan, serta penguatan sistem pangan daerah. 

”Kami ada kegiatan itu berbasis bahan baku yang ditanam oleh masyarakat lokal yang dibudidayakan jadi tidak ada satupun bahan-bahan yang diambil dari luar, itu wajib di masyarakat setempat sehingga dampaknya bagus untuk pendapatan atau nilai jual petani itu meningkat,” jelas Gunalan.

Tenaga Ahli Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi, Komunikasi dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa menambahkan, program MBG yang dibahas bersifat lintas sektoral, program ‘Mak Comblang’ untuk menjodohkan petani/nelayan/UMKM dengan dapur-dapur BGN/MBG. Tujuan program ini untuk merapikan rantai pasok, menjamin ketersediaan bahan baku, dan memberi keuntungan yang adil bagi semua pihak. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network