Gejala tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Namun, dalam banyak kasus, keluhan dapat mereda dengan sendirinya melalui perawatan suportif, seperti istirahat cukup dan hidrasi.
Meski gejalanya tergolong ringan hingga sedang, varian Cicada tetap berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penularan lebih luas.
Selain itu, para ahli memastikan bahwa varian ini masih merespons pengobatan yang sudah tersedia. Dokter Adolfo García-Sastre, direktur institut kesehatan global dan patogen baru di Mt. Sinai, menyebut obat antivirus Covid-19 yang telah dikembangkan sejauh ini masih efektif melawan BA.3.2.
Di sisi lain, efektivitas vaksin terhadap varian ini masih terus diteliti. Beberapa studi awal menunjukkan adanya penurunan kemampuan vaksin dalam mencegah infeksi. Meski begitu, vaksin tetap diyakini mampu melindungi dari gejala berat.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa vaksin Covid-19 saat ini diperkirakan masih memberikan perlindungan terhadap penyakit parah, meskipun varian baru terus bermunculan.
Oleh sebab itu, masyarakat tetap diimbau untuk menjalankan langkah pencegahan dasar, seperti melakukan tes saat mengalami gejala, memakai masker di tempat ramai, serta melengkapi vaksinasi termasuk booster jika diperlukan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
