"Uang pendaftaran awal sebesar Rp25 juta itu didapat dari tabungan bank hasil uang arisan dan sisa jualan cilok. Setiap hari saya sisihkan sepuluh ribu rupiah," ujar Mislicha saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/4/2026).
Nenek yang telah memiliki 22 cucu ini mendaftarkan diri untuk naik haji pada tahun 2017 silam. Ia mengaku tidak menyangka jika panggilan untuk berangkat ke tanah suci datang lebih cepat dari perkiraannya.
Dalam keberangkatannya nanti, Mislicha tidak sendirian. Dia akan didampingi oleh putri ke-delapannya, Mariatul Qibtiyah, yang juga berprofesi sebagai penjual cilok. Seluruh biaya keberangkatan keduanya murni berasal dari hasil berjualan pentol cilok.
"Ya senang sekali, tidak menyangka bisa mendampingi ibu berangkat haji dari hasil jualan cilok bersama-sama," ungkap Mariatul Qibtiyah dengan haru.
Berdasarkan catatan Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Mislicha tercatat sebagai jemaah haji tertua di wilayahnya untuk musim haji tahun 2026. Menjelang keberangkatan, ia berencana menggelar syukuran sederhana untuk meminta doa restu dari para tetangga dan kerabat.
Sesuai jadwal, Mislicha dan putrinya akan tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Surabaya yang direncanakan bertolak ke Arab Saudi pada Kamis depan (23/4/2026).
Harapan besar mengiringi perjalanan nenek tangguh ini agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
