Kisah Mak Jah, Pejuang Lawan Abrasi di Sayung Demak Dihadiahi Rumah Apung dari Pemprov Jateng

Ahmad Antoni
Pasijah atau akrab disapa Mak Jah, pejuang melawan abrasi di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Sayung, Demak, hingga kini masih aktif membibit, menanam dan merawat mangrove. (foto: istimewa)

“Awalnya saya dipanggil, katanya mau dibantu rumah. Saya minta anak saya yang mengurus. Alhamdulillah langsung diberikan,” ujarnya.

Mak Jah mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Rumah apung itu menjadi alternatif tempat tinggal saat air rob sedang tinggi, sekaligus mendukung aktivitasnya dalam merawat mangrove.

“Senang sekali. Kalau rob besar bisa dipakai untuk tinggal. Saya akan tetap merawat mangrove ke depan,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Gelombang besar kerap merusak bibit mangrove yang baru ditanam. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Mak Jah. “Kalau tidak saya tanami, mungkin sudah habis dari dulu,” katanya.

Baginya, bertahan di tanah kelahiran bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan untuk menjaga alam dan memberi manfaat bagi sesama. Penghargaan yang pernah dia terima atas upayanya menanam mangrove pun, dianggap sebagai bentuk syukur.

“Alhamdulillah, saya bersyukur, dan sekarang dapat bantuan rumah apung saya sangat senang,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menuturkan, bantuan rumah apung merupakan salah satu solusi adaptif untuk menjawab persoalan lingkungan pesisir, khususnya di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak, yang selama ini kerap terendam air laut.

Bantuan rumah apung kepada Mak Jah, juga merupakan usulan dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, sebagai pelaksanaan program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab).

Skema kolaboratif yang dilakukan itu sesuai dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, yang diusung Gubernur Ahmad Lutffi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Sehingga, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Pemerintah Kabupaten Demak dan Bank Jateng.

Hingga akhir 2025, sudah ada 15 rumah apung yang dibangun. Yakni 1 unit prototype rumah apung pada 2023 oleh Pemkab Demak dan CSR, 1 unit rumah apung pada 2024 oleh Yayasan sheep Indonesia, 3 unit rumah apung pada 2025 oleh CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak, serta 10 unit lagi pada 2025. 

“Pada tahun 2026 ini total akan dibangun 20 unit rumah apung, yang terdiri dari 19 unit rumah apung di Desa Timbulsloko, dan 1 unit di Desa Bedono Kecamatan Sayung. (Sebanyak) 17 unit di antaranya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah,” sebutnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network