SRAGEN, iNewsSemarang.id - Raut wajah haru tak bisa disembunyikan dari Pak Karno, seorang buruh harian lepas yang selama ini hidup serba kekurangan.
Pria yang dikenal sederhana itu akhirnya bisa bernapas lega setelah rumahnya masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725 Sragen.
Pak Karno merupakan ayah dari dua anak yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Namun penghasilannya sebagai buruh harian lepas tidak menentu.
Kadang ada pekerjaan, kadang pula pulang dengan tangan kosong. Kondisi tersebut membuat Pak Karno harus bertahan dalam keterbatasan, termasuk tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Pak Karno merasa sangat bersyukur karena memiliki seorang putra yang berbakti dan penuh semangat. Meski masih berstatus pelajar, anaknya tidak malu membantu orang tua.
Sepulang sekolah, sang anak bekerja di penggilingan padi milik kepala sekolahnya untuk mencari rezeki tambahan, sekadar membantu biaya hidup dan uang jajan sekolah.
“Anak saya kalau pulang sekolah langsung kerja di penggilingan. Saya terharu, dia tidak pernah mengeluh,” ungkap Pak Karno dengan mata berkaca-kaca, Rabu (13/5/2026).
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
